Mengapa Anda Ingin Menulis?


“Memiliki tujuan-tujuan jangka panjang yang dilihat sebagai pusat dari kehidupan pribadi seseorang, membedakan manusia dari binatang, orang dewasa dari anak-anak.” _Gordon Allport_Psikolog

Pertama sekali, dalam mengawali tulisan ini saya menyarankan kepada Anda cobalah tanyakan pada diri Anda. Benarkah Anda ingin menjadi penulis? Mengapa? Saya tidak sedang membuat ragu dengan keinginan yang selama ini mungkin telah bersemayam di hati Anda. Karena saya punya dugaan kuat saat Anda memilih buku ini sebenarnya ada ketertarikan pada diri Anda terhadap dunia tulis menulis. Jika tekad Anda telah bulat, sekarang juga ambilah sebuah pena dan kertas yang bisa ditulisi (kertas habis pakai pun tidak masalah).

Sudah? Saya bukan bermaksud mendikte Anda, apalagi mempermainkan Anda. Jika instruksi pertama tadi sudah Anda laksanakan, berarti Anda memang benar-benar berniat untuk belajar menulis. Sekarang coba Anda tuliskan alasan-alasan mengapa Anda ingin menjadi penulis. Apa sebenarnya motif yang ingin Anda capai. Jangan lupa berilah nomor agar lebih sistematis!

Dalam setiap aktifitas yang kita lakukan, motif menjadi hal yang sangat diperlukan guna lebih memacu kinerja kita. Pun untuk membangkitkan semangat yang mungkin kian redup.

Motif dan motivasi adalah dua kata yang punya hubungan erat. Bisa diumpamakan seperti induk dengan anaknya. Motivasi timbul akibat adanya motif. Lebih jelasnya saya akan merujuk pada penjelasan Prof. Sudibyo. Beliau mendefinisikan demikian:

“Motif adalah suatu penggerak dan pendorong tingkah laku individu memenuhi kebutuhan untuk mencapai tujuan tertentu.”

Sedangkan, “Motivasi adalah proses aktualisasi sumber penggerak dan pendorong tingkah laku individu memenuhi kebutuhan untuk mencapai tujuan tertentu.” Sekarang Anda bisa menuliskan apa kira-kira motif yang memengaruhi sekaligus menggerakan Anda untuk menjadi seorang penulsi.

Lebih jauh Prof. Sudibyo juga memaparkan manfaat-manfaat motif antara lain. Pertama, Sumber penggerak atau pendorong. Menulis boleh dikatakan bukan perkejaan yang bisa ‘mengalir’ begitu saja. Artinya seseorang tidak akan mungkin melakukan aktifitas menulis jika itu tidak memberikan kontribusi apapun terhadap diri atau lingkungannya. Saya yakin setiap orang mempunyai motif yang berbeda. Dan itu merupakan hak Anda. Karena memang setiap penulis memiliki motif dalam berbagai bentuk. Mulai dari yang bersifat sangat pribadi sampai dengan motif yang umum atau biasa.

Kedua, motif dapat menjadikan kerja lebih terarah, terfokus dan tertata dengan selektif. Bila Anda mempunyai motif tertentu, Anda akan cenderung untuk tidak tergoda mengalihkan fokus perhatian pada aktifitas lain sebelum motif yang Anda inginkan tercapai.

Ketiga, mendapat kepuasan. Orang yang punya motif tertentu akan merasa puas jika telah berhasil dengan cita-citanya karena dia bisa membuktikan bahwa dirinya bisa mencapai target yang diinginkan. Dan lagi targetnya tidak mengambang.

Berkenaan dengan motif ini, saya akan mengajak Anda menyimak penuturan Mohamad Diponegoro, atau yang lebih akrab dipanggil Dipo, cerpenis yang dulu bersama sastrawan lain seperti……sempat mendirikan ….guna menyaingi …………bentukan PKI. Dalam bukunya Nulis Cerpen Yuk! Beliau menuliskan beberapa alasan yang mendasari seseorang untuk menulis. Pertama, mencari ketenaran. Anda pasti tau tentang ini. Dengan menulis kita akan dikenal orang lain melalui karya yang kita tulis. Mungkin mereka belum pernah bertemu face to face dengan kita. Mereka hanya tau nama kita. Tetapi tidak jarang mereka seolah telah begitu akrab dengan kita bahkan memiliki semacam ikatan emosional.  Belum lagi dengan menulis kita juga akan dikenal oleh generasi berikut, selama tulisan kita masih ada. Tidak berlebihan bila ada yang mengatakan: Menulislah jika kamu ingin dikenang sejarah!

Kemudian, boleh juga jika Anda beralasan menulis untuk mencari uang.  Kebutuhan manusia yang kian kompleks seolah tidak dapat ditutupi selain dengan uang. Kita patut bersyukur bergulirnya roda reformasi beberapa tahun  silam telah mampu merndobrak sekat-sekat yang selama ini membelenggu para penulis mengungkapkan aspirasinya. Saat ini perkembangan media cetak dan industri perbukuan di Indonseia sedang mengalami kemajuan yang cukup signifikan. Ini ditunjang oleah kesadaran masyarakat yang mulai memahami arti pentingnya membaca. Jadi jangan khawatir Anda tidak mampu mencukup kebutuhan Anda dan keluarga selama Anda bersungguh-sungguh ingin mewujudkannya. Anda tentu ingan JK Rowling dari hasil penulisannya ia bahkan mampu mengungguli kekayaan Ratu Elizabeth! Atau Deborah Ellis novelis asal Kanada yang menyumbangkan jutaan dollar bagi kaum perempuan di Afganistan dari hasil penjualan buku-bukunya. Dr. Samuel Johnson bahkan mengatakan, Tidak ada seorang pun kecuali yang goblok yang mau menulis tidak untuk cari uang.” 

0 comments:

Post a Comment

Jika ada saran, pertanyaan, atau kritik, silakan tuliskan komentar dengan bahasa yang jelas dan santun. Terima kasih.