Showing posts with label Menulis Buku. Show all posts
Showing posts with label Menulis Buku. Show all posts

Profil Distributor Buku Diandra



Berdiri sejak tanggal 12 Agustus 2005,
Resmi berbadan hukum sejak 19 Desember 2006, dengan bentuk CV. dengan status perusahaan PKP.
NPWP                   : 02.544.098.3-542.000
SIUP                      : 503/01/2353/PK/I/07
No. PKP                : PEM-003/Wpj 23/KP.0603/2007, Tanggal 3 Januari 2007

Kantor
Jl. Melati No. 171, Sambilegi Baru Kidul, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta 55282 Telp/Fax. 0274-485222
Kantor Cabang Jakarta: Jl. Galursari Raya No. 27, Utan Kayu Selatan, Matraman, Jakarta Timur 55282 Telp/Fax. 021-8508801, Hp. 088802844622
Cabang Surabaya: Jl. Babatan Labansari, Gg. Masjid No. 31B, Sutorejo, Mulyorejo, Surabaya.  Hp. 088802844624
Email Diandra   : diandra.pembelian@gmail.com (bagian Pembelian), diandra.penjualan@gmail.com (Marketing & sales)
Blogs : http://diandrabooks.wordpress.com, http://diandrabooks.blogspot.com
Situs: http://www.diandrabooks.com
Halaman FB: diandrabook.com

SDM
a. Jumlah SDM
Sampai saat ini, jumlah SDM Distributor sebagai berikut:
Kantor Pusat Yogyakarta: 15 Orang
Kantor Cabang Jakarta : 5 Orang
Kantor Cabang Surabaya : 3 Orang
Perwakilan Pembantu Bandung: 1 Orang Sales Cekker
Perwakilan Pembantu Semarang: 1 Orang Sales Cekker
a. Kualitas SDM:
Rata-rata staf Diandra tersebut berlatar belakang; muda, bersemangat, berpotensi, mempunyai pengalaman serta report yang bagus pada perusahaan sejenis seperti penerbit, distributor, dan toko buku.

Area Distribusi
NASIONAL
a. Gramedia Seluruh Indonesia (P.Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTT, dan NTB)
b. Gunung Agung dan Jaringannya Tersebar di P. Jawa
c. Kurnia Agung dan Jaringannya Tersebar di P.Jawa
d. Tiga Serangkai dan Jaringannya Tersebar di P.Jawa
e. Togamas dan Jaringannya (a.l: Togamas Gerai Depok, Togamas Buah Batu Bandung, Togamas Bandung Supratman, Togamas Affandi, Togamas Urip Sumoharjo, Togamas Bangkong Semarang, Togamas Pandora Semarang, Togamas Solo Kobar, Togamas Dieng Malang, Togamas Petra Surabaya, Togamas Diponegoro Surabaya, Togamas Margorejo Surabaya, dan Jaringan DPH (PT. DRAMASAVA PUTRA HARAPAN-Togamas Distribusi)
f. Karisma dan Jaringannya Gospel dan Interaksara (tersebar di seluruh wilayah di Indonesia)
g. Jaringan Careffur, Hipermart, Giant (Hanya buku tertentu saja)
h. Social Agency Book Yogyakarta: Ambarukmo, Godean, Kaliurang, dan Sagan
h. dan toko buku Tradisional:
jaringan sogo,batubarat, sagung seto, TB. Alfa Media dan Jaringannya
TB. Perintis dan Jaringnnya, TB. Merbabu dan Jaringannya, TB. Sekawan Solo, TB. Pustaka Robbani dan Jaringannya, TB. Ganesha,  TB. Mutiara, TB. JBB di Purwokerto, Jaya Magelang, Setya Wacana Salatiha, Jendela Klaten, Shopping Center Jogja, Andi Star, Mitra Pustaka, Uranus, Manyar, Kwan, Media Alfa, Dian Ilmu Malang, dan Lain lain
5. Daya Serap Rata-rata Jaringan Distribusi
2000-3000 (dua ribu) eksemplar untuk Distribusi Nasional
Jika anda ingin bergabung dengan kami untuk Pemasaran dan Pendistribusian buku Anda,

Silahkan Hub. CV. Diandra Primamitra Media,
Telp. 0274-485222 / email: diandra.pembelian@gmail.com.
SMS ONLINE: 0857-1290-6056 / 0812-2911-1727

Sumber: http://diandradistributor.blogspot.com

Cara Mengirim Naskah Buku ke Pustaka Al Kautsar




PUSTAKA AL-KAUTSAR GROUP, penerbit buku-buku keislaman bermutu, mengundang rekan sekalian untuk ikut mencerdaskan dan menginspirasi masyarakat melalui buku.

Buku Anak
Buku remaja;
Referensi Islam
Pengembangan diri (motivasi);
Pernikahan; keluarga; pengasuhan anak (parenting);
Kisah nyata/ memoar
Panduan praktis, tips, dan motivasi
Hikmah dan kandungan ibadah
Gaya hidup islami Novel
Komik/ Novel komik remaja islami
Dll (Tema bebas asal sesuai dengan nilai-nilai Islam)

Syarat Teknis Pengiriman

1.    Panjang halaman minimal sekitar 100-200 halaman untuk dewasa, dan 24-80 halaman untuk anak.
2.    Diketik dalam format A4, spasi 1.5, margin 3 cm, font Times 12 point
3.    Lengkapi dengan daftar isi dan data diri penulis
4.    Untuk buku anak, lengkapi dengan konsep buku (bila berseri)
5.    Untuk fiksi (termasuk komik), dilengkapi dengan sinopsis (ringkasan cerita)
6.    Untuk komik/novel komik disertai breakdown cerita per bab dan 5 contoh ilustrasi komik.
7.    Dikirimkan dalam bentuk hard copy/print out. Kecuali bila penulis berada di luar negeri, boleh dikirimkan melalui e-mail.
8.    Cantumkan jenis naskah Anda di sudut kiri atas (fiksi/non fiksi/remaja/anak/parenting, dll)


Kirimkan naskah Anda ke:

Pustaka Alkautsar Group
Jl. Cipinang Muara Raya No. 63, Jakarta Timur 13420

Penilaian naskah akan memakan waktu selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan terhitung naskah diterima redaksi. Jika sampai tiga bulan tidak ada konfirmasi apa pun dari Pustaka Al-Kautsar, penulis berhak langsung menarik naskahnya. Print out naskah yang dikirimkan tidak dapat dikembalikan. Print out naskah yang tidak kami terbitkan akan kami musnahkan untuk menjaga hak cipta penulis.

Keterangan lebih lanjut hubungi (021) 850 7590 ext. 23, e-mail: naskah_alkautsar@gmail.com

Keuntungan Menjadi Penulis


Meskipun di sini saya menjelaskan tentang keuntungan tapi jangan menanyakan apa kerugiannya. Karena saya belum mampu menjawabnya.

Dari segi materi, menulis dapat mendatangkan royalti yang terus berjalan menjadi pasif income, hemat biaya transportasi, bagi ibu-ibu rumah tangga bisa bekerja tanpa harus meninggalkan kewajibannya sebagai seorang ibu yang mengasuh putra-putrinya, bisa diwariskan ke pada anak cucu, buku termasuk kekayaan intelektual yang bisa diwariskan kepada keturunannya.

Pengahasilan dari menulis tidaklah sedikit, saya pernah mendengar ada seorang kyai yang bisa mendirikan pondok dan membiayai operasional hariannya dengan mengandalkan buku yang beliau tulis. Dan konon sampai sekarang buku itu masih diterbitkan sehingga tetap medapat royalti dari penerbit.

Keuntungan non-materi, pahala, menulis menjadi peluang meraup pahala dan menjadi investasi akhirat yang menjanjikan. Ini banyak dipraktikan oleh penulis dan ulama-ulama dari jazirah Arab. Mereka menjadikan tulisan sebagai khazanah keilmuawan sehingga tidak jarang buku mereka boleh diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa tanpa perlu membayar royalti. Bahkan tanpa harus meninta persetujuan mereka.

Menulis juga bisa menambah wawasan, memperlancar bahasa, nama dikenal orang, akan terlatih banyak membaca demi mengisi kotak ide.

Menulis bagi sebagian orang juga bisa menghilangkan stress. Bayangkan jika seseorang yang memiliki kapasitas intelektual segunung tapi dia orangnya pendiem. Padahal ingin meyampaikannya kepada orang lain tapi tidak berani dengan bahasa lisan. Jangan-jangan ilmunya malah jadi jerawat. Hee. Nah, lewat bahasa tulis ini dia bisa merealisasikan maksudnya tanpa harus keringetan di depan audience.

Menolong orang lain? Bisa juga. Saya sendiri pernah menulis buku yang berawal dari dorongan menolong orang lain. Ceritanya begini, dulu ibu saya pernah mengalami sakit tumor. Dalam kurun waktu tiga tahun saya menemani ibu mengupayakan kesembuhanya. Baik ke rumah sakit ataupun ke klinik-klinik alternatif. Di sinilah saya bisa seolah merasakan bagiamana orang yang ingin mencapai kesembuhan berusaha. Bagaimana melihat saudara-saudara kita yang sakit. Sebagian mereka sangat memprihatinkan, tidak ada biaya, tidak ada yang mendampingi. Sudah begitu masih diribetkan dengan prosedur pengobatan yang rumit plus pelayanan dari petugas yang kurang ramah. Sungguh menyedihkan bukan? Lalu saya berpikiran bagaimana saya bisa membantu mereka. Setidaknya memberi hiburan, syukur-syukur motivasi kepada mereka untuk tetap sabar dan tegar. Itulah awal dari lahirnya buku saya dengan judul ‘Agar Allah Selalu Bersama Kita’

Cara Kirim Naskah Buku ke Pro U Media



PUNYA IDE UNTUK DIBUKUKAN?

Andakah salah satunya yang tertantang untuk mengirimkan naskah (asli atau terjemah) tentang:

1. Pengembangan diri (motivasi);
2. Pernikahan; keluarga; parenting;
3. Pergerakan Islam (harakah);
4. Panduan praktis untuk kebutuhan sehari-hari;
5. Hikmah & kandungan ibadah;
6. Dunia remaja;
7. Gaya hidup islami;
8. Novel islami kehidupan sehari-hari (bukan percintaan). Mohon maaf, untuk saat ini naskah sastra berupa kumpulan cerpen (kumcer) dan/atau puisi tidak kami terima.

FAQ

Bagaimana cara mengirimkan naskah ke Pro-U Media?

Panjang halaman minimal untuk nonfiksi 100, fiksi/sastra 150. Naskah diketik pada kertas A4 (kwarto) spasi 2 dengan semua marjin 3 cm; font Times/Garamond ukuran 12. Kirimkan naskah Anda via pos ke alamat Pro-U Media: Jl. Jogokariyan 35 Yogyakarta 55143 telp.& faks: 0274-376301; SMS: 0274-7447222. Naskah juga boleh dikirim melalui alamat e-mail: redaksi@proumedia.co.id atau langsung mengisi form di bawah.

Bolehkah mengirimkan melalui e-mail saja?

Boleh.

Apakah saya harus menyertakan sinopsis naskah?

Sebaiknya pengirim naskah/penulis menyertakan synopsis atau ringkasan naskahnya,baik itu naskah fiksi ataupun non-fiksi. Tidak perlu panjang, cukup 1-2 halaman.


Berapa lama waktu pemberitahuaan bahwa naskah saya diterima atau ditolak?

Konfimasi naskah layak terbit atau tidak, selambat-lambatnya 2 (dua) bulan terhitung naskah diterima redaksi Pro-U Media. Jika sampai dua bulan tidak ada konfirmasi apa pun dari Pro-U Media, penulis berhak langsung mengirimkan ke penerbit lain.

Untuk tahun kepastian diterima atau tidak, apakah saya harus menelepon Pro-U ataukah tidak?
Tidak perlu, Pro-U-lah yang akan mengontak penulis terkait konfirmasi naskah.

Saya penulis baru dan masih belajar, apakah saya bisa mengirimkan naskah di Pro-U?

Tidak masalah. Pro-U menghargai ide, bukan nama besar atau pengalaman penulis. Mayoritas penulis Pro-U merupakan wajah baru dalam perbukuan di tanah air!

Apakah naskah yang dikirimkan harus lengkap? Bolehkah hanya sinopsisnya saja?

Ya. Naskah harus dikirim lengkap disertai sinopsis. Naskah yang dikirim berupa sinopsis saja tidak akan diproses redaksi Pro-U. Pengecualian berlaku untuk naskah terjemah, pengirim naskah terjemah cukup mengirimkan sinopsis, daftar isi, dan contoh terjemah.


 Saya hanya mengirim lewat pos atau ekspedisi, karena takut kalau via e-mail naskah saya akan ‘diapa-apakan’. Bagaimana di Pro-U?

Boleh, silakan. Pengiriman via e-mail ataupun pos/ekspedisi tidak memengaruhi penilaian. Dan yang penting juga, penulis tenang hatinya; tidak ada prasangka kepada penerbit.

Kalau selama 2 (dua) bulan tidak ada kepastian atau konfirmasi diterima atau tidaknya naskah, apakah secara otomatis saya boleh mengirimkan ke penerbit lain?

Boleh.

Bolehkah mengirimkan naskah secara bersamaan; misalnya naskah A saya kirim ke Pro-U dan juga penerbit lain dalam waktu bersamaan?

Amat tidak boleh. Penulis yang melakukan tindakan ini akan kami peringatkan, dan dimasukkan dalam daftar hitam calon penulis Pro-U.

Bagaimana cara memasukkan naskah terjemah?

Kirimkan sinopsis, daftar isi, dan contoh terjemah dari naskah asli.

Jelaskan apakah buku tersebut berlisensi (copy right) ataukah bebas terjemah.
Apakah penerjemah mendapatkan royalti?

Tidak. Karya penerjemah dinilai dengan sistem beli-putus.

Apakah buku-buku asing di Pro-U harus berbahasa Arab saja?

Tidak, setiap buku yang sesuai dengan visi dan misi,d ari bahasa asing apa pun, bisa diajukan untuk diterbitkan di Pro-U.

Apakah Pro-U mengurus perizinan dari buku terjemah bahasa asing?

Ya, untuk setiap buku asing yang memiliki copy right, apabila Pro-U berkehendak menerbitkan, maka Pro-U akan mengurus perizinan ke penerbit aslinya. Penulis dalam hal ini membantu penerjemahan korespondensi atau memberikan informasi yang terkait dengan penerbit asli.

Naskah apa saja yang diterima di Pro-U?
Pengembangan diri (motivasi);
Pernikahan; keluarga; pengasuhan anak (parenting);
Pergerakan Islam (harakah);
Panduan praktis untuk kebutuhan sehari-hari;
Hikmah & kandungan ibadah;
Dunia remaja;
Gaya hidup islami;
Novel islami kehidupan sehari-hari (bukan percintaan).

Naskah di Pro-U harus naskah islami? Bagaimana bila naskah saya umum, misalnya soal kiat-kiat dalam mencari kebahagiaan hidup?

Tidak harus islami berisikan dalil-dalil. Cukup memetik hikmah atau nilai Islam secara umum. Dan yang penting, naskah tidak berlawanan dengan akidah Islam.

Bagaimana saya tahu topik yang dicari atau tengah dibuka kuota terbit di Pro-U?
Cermati buku-buku terbaru Pro-U dalam enam bulan terakhir, insya Allah akan terbaca apa kemauan Pro-U.
Apakah Pro-U menerima naskah kumpulan cerita pendek, dan kumpulan puisi?

Mohon maaf, untuk saat ini naskah sastra berupa kumpulan cerpen (kumcer) dan/atau puisi tidak kami terima.

Apakah kalau saya mengirim naskah harus ada komentar (endorsement) dari seorang tokoh atau penulis kenamaan?

Tidak perlu.

Bagaimana sistem pembayaran Pro-U untuk penulis yang naskahnya diterbitkan?

Setiap penulis yang diterima naskah akan ditawarkan dengan dua system. Terserah penulis hendak memilih yang mana. Pertama, sistem royalti, dengan perhitungan berdasarkan harga jual buku bruto atau harga banderol. Kedua, sistem kontrak.

Apakah Pro-U transparan dan disiplin dalam pembayaran royalti?

Insya Allah, silakan bisa dicek ke penulis-penulis yang memercayai bukunya di Pro-U.

Apakah Pro-U menerapkan sistem beli-putus?

Tidak. Kami hanya memakai sistem royalti dan kontrak.

Selain royalti, saya dengar Pro-U menerapkan sistem kontrak. Bisa dijelaskan maksudnya?

Sistem kontrak merupakan modifikasi dari sistem beli-putus. Dalam sistem beli-putus, penulis naskah hanya menerima uang (pembelian) di awal perjanjian, dan setelah itu tidak akan pernah ada lagi pembagian keuntungan. Jadi, mau bukunya laris atau tidak, hak si penulis sudah tidak ada lagi. Kalau bukunya laris, penulis yang rugi. Dicetak berkali-kali tetapi dia hanya menerima pembayaran sekali (yakni uang pembelian naskah tadi). Kalau bukunya tidak laris, yang bingung penerbit; mau dikemanakan buku itu.

Sistem kontrak diterapkan untuk mencegah kerugian di kedua pihak. Di awal, penulis menerima uang sejumlah tertentu (tapi bukan uang pembelian naskah), untuk sekian periode tahun etrtentu (jadi, tidak selamanya). Setiap buku cetak ulang, penulis akan menerima bonus. Dan seterusnya setiap buku naik cetak. Pada akhir periode kontrak, dia bisa bernegosiasi apakah mau ditarik naskahnya (untuk diterbitkan di penerbit lain) ataukah meminta sistem royalti.

Bagaimana kiat supaya naskah saya diterima di Pro-U?

Tema: islami (yang masih menjelek-jelekkan Islam, minggir! Yang suka merusak Islam atas nama Islam, mundur!).
Ide unik, kaya gagasan.
Orisinil; tidak mengekor apalagi menjiplak.
Bahasa renyah dan mengalir.
Tegas dalam sikap keislaman (maaf, penulis plintat-plintut dan penjilat Barat, bukan kawan Pro-U Media).
Kaya contoh, pengalaman atau kisah (untuk karya nonfiksi).
Jalan cerita tidak klise dan monoton (untuk novel).
Topik novel bukan seputar asmara, percintaan, dan pernikahan. Topik disukai tentang kehidupan sehari-hari semisal: persahabatan, perjuangan hidup, dan konflik usia.
Jumlah halaman sesuai dengan syarat minimal yang diminta Pro-U.

Menulis, Mengasah Ketajaman Hati dan Pikiran


“Ucapkanlah basmallah pada saat Anda mulai menulis, niscaya tulisan dan apa yang Anda tulis akan menjadi indah dan benar. Kasih sayang akan tercurah pada pena dan kertas sehingga Anda tidak menyia-nyiakannya.”_M.Quraish-Shihab

Bagi banyak orang menulis dianggap sebagai suatu perkerjaan yang sulit. Sebagian lagi menganggap remeh. Tidak penting. Padahal bila kita cermati. Mau tidak mau, suka tidak suka, banyak dari kita yang akan selalu berhadapan dengan pekerjaan tulis-menulis. Mulai dari membuat tugas sekolah seperti laporan atau makalah. Hingga tugas akhir, skripsi (S1), Tesis (S2) dan Desertasi (S3) bagi mahasiswa.

Harus kita akui, tradisi menulis kalah populer dibanding dengan tradisi berkomunikasi dengan lisan (bicara). Mungkin kita akan betah mengobrol selama berjam-jam. Tetapi ketika disodori pena dan selembar kertas untuk menulis, kita merasa kesulitan. Bingung. Mengapa? Bukankah apa yang kita omongkan bisa kita ubah menjadi bentuk tulisan?
           
Yang Penting Motivasi!

Jawabnya tentu beragam. Memang dapat kita katakan bahasa lisan sangat berbeda dengan bahasa tulis. Tapi ini kita abaikan dulu.

Bagi seorang Muslim, segala aktifitas yang dikerjakan bisa bernilai ganda. Dunia dan akhirat. Asalkan disertai dengan niat yang benar dan tujuan yang jelas. Begitupun menulis, menjadikannya sebagai suatu ibadah merupakan motivasi yang akan membangkitkan kekuatan luar biasa. Sekarang coba kita lihat lebih dulu definisi motivasi menurut ilmu Psikologi.

“Motivasi adalah proses aktualisasi sumber penggerak dan pendorong tingkah laku individu memenuhi kebutuhan untuk mencapai tujuan tertentu.”

Sebelum menulis coba tentukan dulu apa alasan yang mendasari kita membuat tulisan. (Alm) Mohammad Diponegoro memberikan beberapa contoh yang biasa menjadi alasan seseorang untuk menulis. Antara lain, mencari ketenaran (karena namanya akan dikenal) dan sebagai jalan mencari nafkah.

Di Indonesia  mungkin menulis memang belum bisa dijadikan sandaran hidup. Karena honor yang diterima penulis masih relatif kecil. Minat baca di negeri kita yang rendah menjadi salah satu penyebabnya. Berbeda dengan di luar negeri. Sekedar contoh—untuk lebih memotivasi—kamu pasti kenal dengan JK. Rowling penulis serial Harry Potter yang kesohor itu. Ditaksir kekayaan yang dimilkinya melebihi kekayaan Ratu Elizabeth!

Tetapi bagi seorang Muslim itu belum seberapa. Masih ada imbalan lain yang lebih menggiurkan. Tertarik?

Tujuan hidup manusia ialah beribadah kepada Allah. Sedangkan tujuan dari ibadah itu hanyalah mencari ridha Allah. Proses aktualisasinya bisa bermacam-macam mulai dari ibadah mahdlhah sampai amal-amal lain selama tidak bertentangan dengan syari’at.

Nah, di sini aktifitas menulis termasuk di antaranya. Ingat pesan Nabi Saw. “Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat.” Menyebarkan ilmu yang bermanfaat InsyaAllah juga bisa menjadi amal shaleh.

Mungkin cara penyampaian zaman dahulu lebih banyak lewat lisan. Tapi sekarang kita bisa melakukannya dengan berbagai cara. Salah satunya melalui tulisan.

So, mari kita mencoba merangkai kalimat-kalimat dakwah. Siapa tahu dari ujung jari kita mengalir pahala yang tak terbatas dan nggak ada matinya!

“Tiga perkara yang akan mengikuti mayat dan dua daripadanya akan pulang. Hanya satu saja yang akan bersamnay dalam kubur. Perkara tersebut ialah; kaum kerabat, harta benda dan amalannya. Semua kaum kerabat dan harta bendanya akan pulang, yang kekal bersamanya ialah amalannya.” (HR.Bukhari-Muslim)

Dalam hadits lain, “Jika manusia telah meninggal maka putuslah amalnya kecuali tiga macam, sedekah jariyah (yang tahan lama), ilmu yang bermanfaat dan anak shaleh (berakhalak baik) yang mendo’akan kedua orang tuanya.” (HR.Muslim)

Jika keridhaan Allah menjadi tujuan, pasti apa yang kita lakukan akan memberi manfaat. Bukan saja di dunia tetapi juga di akhirat.

Mengapa Anda Ingin Menulis?


“Memiliki tujuan-tujuan jangka panjang yang dilihat sebagai pusat dari kehidupan pribadi seseorang, membedakan manusia dari binatang, orang dewasa dari anak-anak.” _Gordon Allport_Psikolog

Pertama sekali, dalam mengawali tulisan ini saya menyarankan kepada Anda cobalah tanyakan pada diri Anda. Benarkah Anda ingin menjadi penulis? Mengapa? Saya tidak sedang membuat ragu dengan keinginan yang selama ini mungkin telah bersemayam di hati Anda. Karena saya punya dugaan kuat saat Anda memilih buku ini sebenarnya ada ketertarikan pada diri Anda terhadap dunia tulis menulis. Jika tekad Anda telah bulat, sekarang juga ambilah sebuah pena dan kertas yang bisa ditulisi (kertas habis pakai pun tidak masalah).

Sudah? Saya bukan bermaksud mendikte Anda, apalagi mempermainkan Anda. Jika instruksi pertama tadi sudah Anda laksanakan, berarti Anda memang benar-benar berniat untuk belajar menulis. Sekarang coba Anda tuliskan alasan-alasan mengapa Anda ingin menjadi penulis. Apa sebenarnya motif yang ingin Anda capai. Jangan lupa berilah nomor agar lebih sistematis!

Dalam setiap aktifitas yang kita lakukan, motif menjadi hal yang sangat diperlukan guna lebih memacu kinerja kita. Pun untuk membangkitkan semangat yang mungkin kian redup.

Motif dan motivasi adalah dua kata yang punya hubungan erat. Bisa diumpamakan seperti induk dengan anaknya. Motivasi timbul akibat adanya motif. Lebih jelasnya saya akan merujuk pada penjelasan Prof. Sudibyo. Beliau mendefinisikan demikian:

“Motif adalah suatu penggerak dan pendorong tingkah laku individu memenuhi kebutuhan untuk mencapai tujuan tertentu.”

Sedangkan, “Motivasi adalah proses aktualisasi sumber penggerak dan pendorong tingkah laku individu memenuhi kebutuhan untuk mencapai tujuan tertentu.” Sekarang Anda bisa menuliskan apa kira-kira motif yang memengaruhi sekaligus menggerakan Anda untuk menjadi seorang penulsi.

Lebih jauh Prof. Sudibyo juga memaparkan manfaat-manfaat motif antara lain. Pertama, Sumber penggerak atau pendorong. Menulis boleh dikatakan bukan perkejaan yang bisa ‘mengalir’ begitu saja. Artinya seseorang tidak akan mungkin melakukan aktifitas menulis jika itu tidak memberikan kontribusi apapun terhadap diri atau lingkungannya. Saya yakin setiap orang mempunyai motif yang berbeda. Dan itu merupakan hak Anda. Karena memang setiap penulis memiliki motif dalam berbagai bentuk. Mulai dari yang bersifat sangat pribadi sampai dengan motif yang umum atau biasa.

Kedua, motif dapat menjadikan kerja lebih terarah, terfokus dan tertata dengan selektif. Bila Anda mempunyai motif tertentu, Anda akan cenderung untuk tidak tergoda mengalihkan fokus perhatian pada aktifitas lain sebelum motif yang Anda inginkan tercapai.

Ketiga, mendapat kepuasan. Orang yang punya motif tertentu akan merasa puas jika telah berhasil dengan cita-citanya karena dia bisa membuktikan bahwa dirinya bisa mencapai target yang diinginkan. Dan lagi targetnya tidak mengambang.

Berkenaan dengan motif ini, saya akan mengajak Anda menyimak penuturan Mohamad Diponegoro, atau yang lebih akrab dipanggil Dipo, cerpenis yang dulu bersama sastrawan lain seperti……sempat mendirikan ….guna menyaingi …………bentukan PKI. Dalam bukunya Nulis Cerpen Yuk! Beliau menuliskan beberapa alasan yang mendasari seseorang untuk menulis. Pertama, mencari ketenaran. Anda pasti tau tentang ini. Dengan menulis kita akan dikenal orang lain melalui karya yang kita tulis. Mungkin mereka belum pernah bertemu face to face dengan kita. Mereka hanya tau nama kita. Tetapi tidak jarang mereka seolah telah begitu akrab dengan kita bahkan memiliki semacam ikatan emosional.  Belum lagi dengan menulis kita juga akan dikenal oleh generasi berikut, selama tulisan kita masih ada. Tidak berlebihan bila ada yang mengatakan: Menulislah jika kamu ingin dikenang sejarah!

Kemudian, boleh juga jika Anda beralasan menulis untuk mencari uang.  Kebutuhan manusia yang kian kompleks seolah tidak dapat ditutupi selain dengan uang. Kita patut bersyukur bergulirnya roda reformasi beberapa tahun  silam telah mampu merndobrak sekat-sekat yang selama ini membelenggu para penulis mengungkapkan aspirasinya. Saat ini perkembangan media cetak dan industri perbukuan di Indonseia sedang mengalami kemajuan yang cukup signifikan. Ini ditunjang oleah kesadaran masyarakat yang mulai memahami arti pentingnya membaca. Jadi jangan khawatir Anda tidak mampu mencukup kebutuhan Anda dan keluarga selama Anda bersungguh-sungguh ingin mewujudkannya. Anda tentu ingan JK Rowling dari hasil penulisannya ia bahkan mampu mengungguli kekayaan Ratu Elizabeth! Atau Deborah Ellis novelis asal Kanada yang menyumbangkan jutaan dollar bagi kaum perempuan di Afganistan dari hasil penjualan buku-bukunya. Dr. Samuel Johnson bahkan mengatakan, Tidak ada seorang pun kecuali yang goblok yang mau menulis tidak untuk cari uang.”